MOJOKERTO — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Mojokerto terus memperkuat gerakan pendataan warga Nahdlatul Ulama melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Warga NU Kota Mojokerto. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, bertempat di Kantor MWCNU Kranggan, Jl. Pulau We, Kota Mojokerto.
Bimtek ini menjadi bagian dari langkah strategis PCNU Kota Mojokerto dalam membangun satu data warga NU yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pendataan diharapkan dapat menjadi basis perencanaan program organisasi sekaligus memastikan berbagai layanan dan program NU benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Kegiatan diikuti oleh unsur pengurus MWCNU, Ranting NU se-Kecamatan Kranggan, serta tim pendata. Peserta mendapatkan pengarahan mengenai pentingnya pendataan, mekanisme pengumpulan data, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan database warga NU.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Mojokerto KH. Moh. Shodiqin Marzuqon dan Rais Syuriyah PCNU Kota Mojokerto KH. Muthohharun Afif turut memberikan penguatan terhadap pentingnya konsolidasi organisasi berbasis data.
Pendataan warga NU juga diarahkan untuk mendukung proses transformasi digital NU memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama. Dengan tersedianya data yang valid, organisasi dapat menyusun kebijakan dan program secara lebih terukur, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Program ini sekaligus memperkuat pengembangan ekosistem digital PCNU Kota Mojokerto melalui NusaData (NU Satu Data), Kartanu (Kartu Tanda Warga Nahdlatul Ulama), dan berbagai sistem pendukung digital organisasi.
PCNU Kota Mojokerto menegaskan bahwa pendataan bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian penting dari konsolidasi dan penguatan organisasi. Data warga NU diharapkan dapat menjadi fondasi dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-keagamaan, pelayanan warga, hingga pengambilan keputusan organisasi.
Melalui kegiatan Bimtek ini, PCNU Kota Mojokerto mengajak seluruh jajaran MWCNU dan Ranting NU untuk bersama-sama membangun budaya organisasi yang berbasis data.
“Satu Data, Satu Tekad, Satu Nahdlatul Ulama. Data Akurat, Program Tepat, Warga Sejahtera.”
Kegiatan di MWCNU Kranggan menjadi salah satu ikhtiar konkret PCNU Kota Mojokerto untuk mewujudkan tata kelola organisasi NU yang semakin modern, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan warga.





